Friday, November 25, 2011

Hidup itu pilihan

Banyak orang bilang, hidup itu pilihan.
Setiap pilihan, pasti ada resikonya, tapi....
di setiap pilihan pasti selalu ada kesuksesan.

Tuesday, October 25, 2011

You will always be my big brother

It's been a year that you left us on earth without saying a word. Tears keep running down while Im writting this post.
I cant believe it. Why? Because I wasnt there when you were going to your last home.
Day by day I try not to think of you. But I will never forget that rainy day, The day when God decided to take you away. God must have thought you were so special to take you away. When I heard the news of my brother's sudden death, I didn't fell to my knees. No. I only sat down. I tried to think how could that happen to you because my sister was on the phone with one of my family in Jakarta and didnt answer my question. You were still 32 years old. My brain didnt work. When she told me everything, I was like in a maze, in a dream. Nothing was real to me it seemed until I heard my mom crying. I was so devastated I nearly lost my breath. I cried for the next 6hours. Who would have thought that the last day I saw you was the day that you hugged me tight and told me to drive me to the Airport? You didnt show up at the Airport. I forgave you. So many things I never got chances to say. I was keeping it until we met in Jakarta. I never did tell you all the things I felt, like how much I really did love you, like how much You really meant to me. You did so much for me, yet I didnt do much for you. You taught me everything, between right or wrong, to be an optimistic person in this life, but you never really taught me how to let go someone we loved the most. You'd come in my house, you told us jokes, you told us your days, mom and I would laugh. Mom would tease you, you would laugh. You'd come to my room before you went home. You'd cover up me in a blanket. You'd call me in the middle of night when you knew I was still awake. You'd make me smile.You were the best. I never imagined you'd be so far away from me. You were my brother, I loved you like no other.

I miss hearing your voice calling my name.
I miss being taught by you.
I miss your saying.
I know someday will come and We will be together.
I hope you forgive me for all the thing I didnt do to make you happy.
I hope you forgive me for all the annoying things that I did to you.
You will forever be in our lives,
You will forever be a brother, a son, an uncle, a father and friend. I will always be missing you till the end of my time.
I could never love you less.
Death hits like lightning, it's fierce.
Death taught me how not to take life for granted and how to show others how much I care.
Some people try to avoid it.
Some people become silent.
Some even walk out.
But just as sure as we are born, we will surely die.




I miss you so much.


Monday, August 22, 2011

FEDI NURIL

I GOT A CHANCE TO TAKE A PIC WITH FEDI NURIL!!!!
AFTER ALL THIS TIME, IM A BIG FAN OF HIM, I GOT A CHANCE TO MEET HIM AND EVEN TOOK A PIC WITH HIM.
U DONT BELIEVE?

Thursday, August 18, 2011

Selamat Ulangtahun Indonesia

Selamat Ulangtahun Indonesia!
Semoga cepat ditemukan obat untuk mengobati penyakit paling mematikan 'Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme'

Seberapa terpuruk Indonesia, Jangan pernah letih mencintai Indonesia dan Jangan pernah menyerah.
MERDEKA!

Wednesday, August 3, 2011

Happy Birthday bro

Few months I have passed,
Hundreds of days I have passed,
Thousands of hours I have passed,
Millions of minutes I have passed,
but sometimes I still do not believe that you are gone. My tears keep falling when it comes to you. Who doesnt miss someone who's very kind like you? I miss you. I miss your quotes. I miss your jokes. I miss your laugh. Everything about you. But I always felt happy everytime you came to my dreams. It was fun enough and happy enough. I miss you mas.. Now, no one pretends to be a police calling me in the afternoon to check how its going at home or pretends to be a politician who asks me to join his part or brings a pizza or brings pempek. I miss you mas... Maybe things would be different if I had insisted you to drive me to airport or If I had taken the earliest flight to Jakarta.. But anyway, happy birthday bro. You will always be my one and only brother that Ive ever had and no one could replace you. No one. 

Friday, July 22, 2011

Gagal dan Gagal lagi

"Semakin banyak kegagalan, semakin dekat dengan keberuntungan." -Bang Ganteng Ridho Fatur Rachman, Teknik Mesin UGM 2011

Gagal dan gagal lagi.
Dari awal mengambil keputusan untuk menunda kuliah setahun, saya sudah mengerti resiko-resiko apa yang mungkin terjadi, mungkin gagal dan mungkin bosan ditengah perjuangan. Setelah penantian setahun, akhirnya datanglah SNMPTN. Karena kita alumni, tempat ujian kita dibedakan, ya di Universitas Indonesia.
SNMPTN ialah tes ke-7 yang sudah pernah saya jalani sejak tahun lalu.
Gagal.
Salah strategi? Iya. Saya akui saya terlampau keras kepala bersikukuh FTI dan FTSL. Walaupun sempat terpikirkan untuk mengambil FITB. Kenapa tidak mengambil UI, UGM, atau ITS di jalur SNMPTN tertulis? Karena cita-cita saya masuk ITB dan tahun ini sudah tidak diadakan lagi USM.
Ikhlas.
Itu satu-satunya jalan untuk maju berjuang di SIMAK UI.
SIMAK UI ialah tes terakhir yang saya jalani.
Gagal.
Salah strategi? mungkin. Terlampau bodoh? mungkin. Ngga hoki? mungkin. Tapi yang lebih pasti, doa dan usaha saya yang kurang.
Jujur, perasaan saat menatap koran dan layar komputer saat pengumuman SIMAK UI sama dengan perasaan saat menatap pengumuman SNMPTN 2010. Deg-degan dan gembira. Penuh keyakin namun masih ada ketakutan.
Rupanya, UI pun bukan jalan terbaik saya menuju kesuksesan.
Sedih? tentu. Siapa yang tidak sedih setelah berjuang setahun bersama, lalu saya tidak mendapatkan PTN ? Nangis? tidak. Entah mengapa. Walaupun sesak dihati saya, tapi tidak ada satupun air mata yang mengalir.
Ini jalan saya...
Saya tahu usaha dan doa saya belum maksimal bila dibandingkan dengan pelajar lainnya.
Tapi, saya percaya saya bukan gagal, tapi apa yang saya impikan belum tepat datangnya dan mungkin juga PTN bukan sesuatu yang kita butuhkan.
Jadi, ini waktunya untuk bangkit dan bekerja keras lagi.....




Monday, June 13, 2011

Friday, April 8, 2011

Pembangunan gedung DPR dan kenyataan kehidupan masyarakat Indonesia

Hari ini, kebetulan saya tidak ada kelas tambahan fisika. Lalu ada perasaan menggelitik untuk browsing tentang berita terkini. Kemarin-kemarin saya hanya mendengar sekelebat tentang MD, gedung DPR dll. Pagi ini saya membaca berita tentang pembangunan gedung DPR di beberapa situs berita.


" Gedung berlantai 36 dengan biaya hampir Rp 1,2 triliun membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas rencana pembangunan itu. " -Kutipan dari situs Kompas


Beberapa wakil rakyat mengatakan, "Pembangunan ini demi memaksimalkan kinerja kerja kami yang dinilai kurang maksimal oleh masyarakat. "


Memang, kinerja Bapak dan Ibu belum maksimal. Tapi, Rp 1,2 triliun bukanlah sedikit, Bu, Pak! Apalagi lebih miris mendengarnya saat saya membaca bahwa di gedung DPR yang baru, direncanakan ada "ruang rekreasi". Apakah Bapak dan Ibu bisa memberi garansi jikalau gedung DPR yang mewah ini sudah dibangun, kinerja Bapak dan Ibu akan lebih maksimal?. Kalau kita telusuri ke belakang lagi, masih banyak janji-janji yang Bapak dan Ibu iming-imingkan kepada kami, rakyat Indonesia, sebelum Bapak dan Ibu menjadi wakil rakyat. Kami masih ingat jelas pamflet-pamflet dan spanduk-spanduk bertebaran di Jalan raya dengan janji-janji indah yang Bapak dan Ibu berikan.


Pak, Bu, Bangsa yang kaya ialah bangsa yang menjunjung pendidikan yang tinggi. Kenapa tidak Bapak dan Ibu alokasikan dana pembangunan DPR untuk sektor pendidikan? Masih banyak saudara-saudara saya diluar sana yang membutuhkan biaya untuk renovasi sekolah mereka. Masih banyak saudara-saudara saya takut melanjutkan kuliah maupun SMA karena biaya sekolah yang mahal.




Pak, Bu, bukan hanya sektor pendidikan yang membutuhkan biaya. Sektor kesehatan pun membutuhkan biaya. Sering kali saya temukan masih banyak masyarakat Indonesia yang menderita penyakit keras yang membutuhkan biaya pengobatan. Sering kali juga saya temukan masih banyak adik-adik kecil yang menderita kekurangan gizi. Kenapa tidak kita alokasikan dana pembangunan DPR untuk sektor kesehatan? untuk mereka yang lebih membutuhkan?

Saya masih ingat, zaman dahulu, saat saya masih berada di bangku sekolah, Guru saya memberitahu bahwa Indonesia sukses memswasembada beras. Petani kita bekerja tanpa mengenal lelah dibawah terik panasnya matahari. Pak, Bu, masih banyak petani yang membutuhkan dana untuk sawahnya agar terbebas dari hama dan lain-lain. Pak, Bu, tanpa petani, kita semua tidak bisa memakan nasi -makanan pokok sehari-hari kita-. Mengapa tidak dialokasikan saja ke sektor pertanian?


Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan hasil lautnya. Tapi, masih banyak nelayan kita yang miskin. Pernahkah Bapak dan Ibu melihat perahu-perahu mereka yang sudah tidak layak digunakan? Mereka bekerja malam hari tanpa rasa takut jikalau mereka di terjang ombak yang besar. Sering kali juga saya temukan kalau mereka kesusahan mencari BBM untuk pergi mencari ikan. Pak, Bu, taukah Kalian bahwa anak-anak Bapak dan Ibu memakan ikan yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi yang merupakan hasil tangkapan nelayan kita yang mencarinya tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal rasa takut?.

Pak, Bu, Kalian terpilih dan duduk di singgasana yang mewah dengan ruangan full AC karena rakyat Indonesia. Mengapa tidak kita alokasikan dana pembangunan gedung DPR untuk mereka?
Gengsikah Bapak dan Ibu bekerja di gedung seperti sekarang ini? Kemewahan dan kemegahan gedung baru DPR hanya menunjukkan budaya yang suka pamer dan gengsi yang tinggi. Bisakah di bicarakan lagi dan di minimalisir biayanya?



-Ayu Rizeki Ridhowati